Rabu, 17 Desember 2008

BKKBN Masih Vertikal sampai 2009

Pontianak, berkat.
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan tetap menjadi Instansi Vertikal hingga hingga tahun 2009, menunggu revisi UUNo. 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
“BKKBN tetap Vertikal meski ada PP No 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah yang mengisyaratkan BKKBN Termasuk perangkat Pemerintah Daerah,” kata Kepala BKKBN Kalbar Faozan Alfikri di Pontianak, Rabu.
Menurut Faozan, Peralihan fungsi dan asset instansi vertikal ke daerah butuh proses panjang. Ia mengatakan, harus ada penyerahan secara resmi komponen personel, Pembiayaan, peralatan/ perlengkapan aset serta dokumen (P3D).
Berdasarkan PP No 41 tahun 2007, pelayanan masyarakat disesuaikan dengan cakupan rumpun yang sama sebelum membentuk instansi teknis. Penanganan Program Keluarga Berencana (KB), akan di gabung dengan urusan pemberdayaan Perempuan.
“Bisa saja penanganan Program KB ditangani instansi Pemda sesuai PP No 41 tahun 2007. Tetapi sifatnya hanya sekedar menampung sementara sebelum revisi UU Pembangunan Keluarga disahkan,” kata faozan.
Kepala BKKBN Pusat, Sugiri Syarief pernah menyatakan harapannya supaya penyempurnaan UU No. 10 tahun 1992 akan memberi arah dan petunjuk yang lebih jelas serta mengikat pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengimplementasikan UU Kependudukan termasuk lembaga yang bertanggung jawab.
Pemprov Kalbar dapat membentuk organisasi perangkat daerah dengan jumlah maksimal 18 Dinas, empat Asisten Sekre-taris Daerah (Setda), 12 Lembaga teknis daerah, tiga asisten Setda dan Sektretaris DPRD.
Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar, Syakirman mengatakan dalam rancangan yang telah di siapkan TIM Evaluasi Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), akan di bentuk 17 badan.
Sedangkan lembaga teknis daerah dan asisten Setda, akan di maksimalkan jumlahnya berdasarkan PP tersebut.
Penambahan Dinas dan lembaga teknis daerah itu untuk menyesuaikan SOPD saat ini yang tidak sepenuhnya berada dalam satu rumpun tugas pokok dan fungsi.

KB Yanisera Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Johan wahyudi
Borneo Tribune, Mempawah.
Tim Pengerak PKK Kabupaten Pontianak berusaha aktif mendukung pelaksanaan Program KB Nasional dengan kegiatan KB Yanisera. Yang merupakan Pelayanan KB bagi nelayan dan petani menuju Keluarga Sejahtera. Tarminingsih, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pontianak, mengatakannya beberapa waktu lalu.
KB Yanisera mempunyai program lain. Yaitu, memberikan penyuluhan tentang manfaat ber-KB . Merencanakan jumlah anak. Merencanakan dan memberikan keterampilan pengelolaan hasil laut dan hasil pertanian, sehingga bisa menambah pendapatan Keluarga Petani dan Nelayan.
Ia berharap, program itu dapat membangun keluarga petani dan nelayan berkualitas. Juga bentuk kepedulian tim Penggerak PKK dalam pengelolaan program KB Nasional.
Apalagi Program KB dan Keseha-tan merupakan program pembangu-nanyang tidak dapat berjalan sendiri, tanpa berintergrasi dengan program pembangunan lainnya. PKK juga ikut serta dalam melaksanakan kegiatan program KB dan kesehatan. Seperti kegiatan kesatuan gerak PKK KB Kesehatan yang setiap tahun dilaksanakan Oktober- Desember.
“Kita juga mengharapkan dukungan masyarakat dan dinas instansi ini, se-hingga manfaat KB Yanisera ini benar-benar menyentuh masyarakat petani dan nelayan,” kata Tarminingsih, istri Bupati Pontianak ini.

KB Yanisera Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan

Rabu, 10 Desember 2008

Salam Jumpa

Bissmillah Hirrahmaanirrahim. Blog ini kami coba buat untuk menampung beberapa berita seputar pembangunan keluarga berencana yang dilakukan oleh jajaran BKKBN Kalbar mulai dari bulan Agustus 2008. Maksud dibuatnya blog ini hanyalah sebagai sarana informasi sementara, berhubung situs resmi BKKBN kalbar rusak/tidak bisa upload. Semoga blog ini bisa bermanfaat sebagai sarana menampung berita-berita BKKBN kalbar. Amin.